Langsung ke konten utama

Postingan

Membaca Ending Video Klip ‘Akad’ Payung Teduh

Mungkin ini sangat terlambat buat menulis soal video klip terbaru dari Payung Teduh, Akad. Sudah lebih dari dua bulan sejak video klip itu diunggah di YouTube. Tapi biarlah, karena memang perspektif ini baru saya dapatkan setelah menonton video klipnya.
Baru nonton? Iya, saya baru nonton video klipnya, meski sudah mendengar lagunya pada Juli lalu. Kenapa baru nonton? Alasannya sih simpel, lagu-lagu Payung Teduh jauh lebih enak didengar pakai headphone sambil tidur-tiduran, jadi video klipnya pun tidak terlalu penting.
Beberapa hari lalu, sambil nemenin Aleesya main, saya iseng googling soal ‘Akad’ ini. Hasil pencarian menampilkan berita mengenai video klip lagu ini di-blur, ditarik kembali, diunggah yang baru, dan ending yang menyedihkan.
Lantaran penasaran, saya buka YouTube dan menontonnya. Tak perlu bicara banyak mengenai jalan cerita video klip itu; seorang lelaki paruh baya yang menjadi supir taksi online, penumpang yang beragam: sepasang kekasih, satu keluarga kecil, perempuan yan…
Postingan terbaru

Dan Beginilah Pertemuan Itu Berakhir

(Sebuah undangan pernikahan Gina Noviana dan Tri Purna Jaya)

ini kisah tentang kami
sebuah kisah biasa–biasa saja tentang pertemuan yang sederhana
hidup, selalu berbicara tentang pencarian kita tidak akan tahu, apa yang akan ditemukan, melintas, ataupun terlewatkan
seperti daun yang hanyut terbawa arus tiada pernah tahu akan bersilangan dengan apa di muara
sekali lagi hidup adalah selalu tentang pencarian
adakalanya pertemuan yang tak disengaja sangat menyenangkan seperti pertemuan kami yang sederhana
dan kami, ingin mengundang anda; teman, sahabat dalam perayaan pertemuan dan pengikatan jiwa kami menjadi satu
Minggu, 9 Agustus 2015 Di Jalan Sentosa Mega Mendung Nomor 1374, RT 30/08 Plaju, Palembang
akan menjadi ingatan di hati bilamana sahabat turut menghadiri

Seperti Inilah Hidup Kita

Seperti inilah hidup kita sebelumnya:
bukan apa-apa
bukan pula siapa-siapa
hanya ranting diantara dua muara

Dan kita sama-sama malu
mengakui senyum yang tersipu
pipi yang merahjambu
pada hari minggu itu

Rasa-rasa jadi berbagai rupa
matahari menari setelah kata: "iya"
lalu waktu melambat seperti mengerti
kau dan aku yang ingin saling berbaring di masing-masing sisi

Senja Menuju Pulang

Senja merembang perlahan dari balik tepian gerbang Saburai. Artikelku selesai dan kawan-kawan mulai membereskan dunianya: kamera, handycam, laptop, dan kertas coretan wawancara.

Aku pun demikian.

Dan, masing-masing bertukar sapa untuk bertemu rupa di tempat yang sama esok dan lusa.

Saburai mulai bernafas saat senja. Kursi-kursi plastik warna merah dan meja-meja yang sewarna bermunculan membentuk bunga.

Aroma kopi, roti panggang, dan jagung bakar silih berganti dengan cekikik gadis-gadis muda yang berbonceng tiga tanpa helm dan motor matik.

Aku belum pulang. Entah apa yang menahan. Apakah menanti azan ataukah senja-ku yang tak kunjung datang.

Kuraih ponsel pintar warna putihku. Ku kirim surel sederhana tentang senja menuju pulang.

Ah, sebentar lagi malam dan azan sudah berkumandang.

Sajak Pagi di Jalan Lintas yang Sepi

Jika aku ucapkan selamat pagi
kepadamu pagi ini
barangkali jalan lintas masih sepi
dan pagi belum kembali
debu-debu mendengkur berlagu
nyenyak di atas batu

Bilamana ku ucapkan selamat pagi
kepadamu pagi ini
barangkali satu dua embun mulai menyapa
tertawa kecil sedikit mesra
dan menetes pada sisi bantal
dimana kepalamu terkulai
tenang dan damai

Kalau aku ucapkan selamat pagi
kepadamu pagi ini
barangkali secangkir kopi
dua potong roti
menjadi sempurna
iringi senyummu menyapa dunia

Dan setelah aku ucapkan selamat pagi
kepadamu pagi ini
barangkali aku kembali  tertidur
melempar alarm ke pintu dapur
memimpikan binar matamu
sabtu malam lalu

"Selamat pagi, semoga hari ini lebih berarti"

As I Walked Out One Evening

by W. H. Auden

As I walked out one evening,
Walking down Bristol Street,
The crowds upon the pavement
Were fields of harvest wheat.

And down by the brimming river
I heard a lover sing
Under an arch of the railway:
'Love has no ending.

'I'll love you, dear, I'll love you
Till China and Africa meet,
And the river jumps over the mountain
And the salmon sing in the street,

'I'll love you till the ocean
Is folded and hung up to dry
And the seven stars go squawking
Like geese about the sky.

'The years shall run like rabbits,
For in my arms I hold
The Flower of the Ages,
And the first love of the world.'

But all the clocks in the city
Began to whirr and chime:
'O let not Time deceive you,
You cannot conquer Time.

'In the burrows of the Nightmare
Where Justice naked is,
Time watches from the shadow
And coughs when you would kiss.

'In headaches and in worry
Vaguely life leaks away,
And Time will have his fancy
To-morrow or to-day.

'Into many a green valley
Drifts…